Wow, Ternyata Inilah Perbedaan Antara Ramen, Tsukemen, Abura Soba Dan Mazesoba

Hi guys, makanan yang kali ini akan kita bahas adalah makanan ala-ala Jepang yang sudah populer dari dulu hingga sekarang. Hayo siapa yang tahu? Yup benar banget, mimin mau ngebahas tentang Ramen. Ramen adalah salah satu kuliner yang sangat populer di Jepang. Pada awalnya, ramen merupakan makanan yang berasal dari negeri China, namun makanan ini sangat digemari orang Jepang dan pada akhirnya Ramen berkembang di Jepang.

Sampai pada akhirnya lahirlah kuliner baru yang berakar dari ramen, yaitu tsukemen, abura soba dan mazesoba. Bagi orang-orang yang berasal dari luar Jepang, mungkin agak sulit untuk membedakan ramen, tsukemen, abura soba dan mazesoba. Nah, kali ini mimin yang baik hati ini akan menjelaskan kepada kalian semua mengenai perbedaan ketiga kuliner yang bikin ngiler ini.

*Ramen*

Untuk para penikmat makanan Jepang, mungkin ramen akan menjadi salah satu pilihan menu yang harus di pesan, saat sedang berada di sebuah restoran Jepang. Salah satu yang menjadi ciri khas dari mie ramen adalah mie yang disajikan bersama dengan kuah. Pada awalnya, mie yang digunakan pada ramen ini adalah mie yang berukuran kecil dan keriting.

Akan tetapi, untuk sekarang ini mie tebal sepertinya jauh lebih populer, karena dinilai memiliki tekstur yang kenyal sehingga lebih mantap saat dikunyah. Wah, ngomongin tentang mie ramen, rasanya pengen cepat-cepat deh pergi ke restoran Jepang terdekat, untuk bisa mencicipi kelezatan dari mie asal Jepang ini. Setuju nggak, guys? Apalagi kalau disantap pas lagi lapar-laparnya. Wuah, pasti satu mangkuk mie pun bakalan kurang kayaknya. hehe

Pemilihan ukuran dan jenis mie untuk ramen biasanya disesuaikan dengan kuahnya. Rasa kuah ramen berbeda tergantung dengan bahan dasarnya. Bahan dasar yang biasa digunakan untuk pembuatan kuah mie ramen adalah shoyu (kecap asin Jepang), shio (garam), miso (bumbu dari fermentasi kedelai), tonkotsu (tulang babi), piri kara (bumbu yang menghasilkan rasa pedas) dan lain-lain.

Ada beberapa kuliner lain yang terlihat mirip dengan ramen, misalnya udon, soba, tanmen (mie siram), champon (mie yang dimasak dengan sayur dan daging) dan lain sebagainya. Bagi para penikmat kuliner yang datang dari luar Jepang, mungkin akan sedikit kesulitan untuk membedakannya. Oleh karena itu, penting untuk melihat nama makanan pada papan kedai atau daftar menu terlebih dahulu sebelum memesan.

Ramen adalah hidangan yang paling banyak digemari di Jepang. Penikmat kuliner ini dapat merasakan tekstur mie yang dipadukan dengan kuah yang mantap dalam satu macam hidangan. Yang lebih menariknya lagi, pada beberapa event tertentu, beberapa restoran akan menyajikan ramen yang berbeda dari biasanya, seperti ramen berkuah coklat yang biasa disajikan pada saat valentine.

*Tsukemen*

Salah satu ciri khas dari tsukemen adalah mie dan kuah yang disajikan dalam wadah terpisah. Sangat berbeda dengan penyajian ramen. Cara menikmati tsukemen juga berbeda yaitu dengan mencelupkan mie ke dalam kuah baru dimakan.

Nah, karena mie dan kuah disajikan terpisah maka rasa asli dari mie pun akan lebih terasa. Selain itu mie yang didinginkan dengan air setelah direbus akan membuat tekstur mie lebih mantap saat dikunyah.

Mie yang digunakan untuk tsukemen adalah mie tebal dan biasanya pelanggan dapat memilih kuantitasnya. Salah satu ciri khasnya adalah kuah kental asam manis yang berbahan dasar shoyu. Ada juga kedai yang menggunakan kuah dengan ciri khas berbeda.

Biasanya mie pada tsukemen disajikan dingin dengan kuah yang panas, tetapi ada juga menu “atsumori” yaitu menu tsukemen yang mie dan kuahnya disajikan panas-panas.

Setelah menikmati mie sampai habis, biasanya orang Jepang akan melakukan “suupu wari”. Suupu wari yaitu mengencerkan kuah tsukemen dengan dashi (air kaldu, biasanya hanya memiliki sedikit rasa) panas lalu meminumnya sampai habis.

*Abura Soba dan Mazesoba*

Abura soba dan mazesoba pada dasarnya hampir sama. Namanya dapat berubah tergantung kedainya, tetapi pada umumnya mazesoba memiliki topping lebih banyak.

Berbeda dengan ramen, peran kuah sebagai perasa mie dapat digantikan dengan tare (semacam saus) yang kental. Nah, abura soba atau mazesoba dapat dinikmati dengan cara dicampurkan dengan saus ini.

Dalam penyajiannya, mie dan topping ditempatkan dalam satu wadah dan diberi sedikit tare pada bagian dasar wadah. Tare biasanya berbahan dasar shoyu dan raado (lard/minyak dari lemak babi). Lalu untuk menambah rasa, dapat ditambahkan raayu (minyak cabai) dan su (cuka) sesuai selera. Setelah tare, bahan penambah rasa, mie dan topping diaduk sampai rata, abura soba atau mazesoba pun siap dinikmati.

Wah ternyata guys yang namanya Ramen, Tsukemen, Abura Soba dan Mazesoba itu berbeda lho, walaupun penampilan makanannya hampir sama tapi tetap saja cita rasanya itu gak sama. Meskipun ternyata ada keturunan lain dari ramen tetap saja makanan ala Jepang ini dapat membuat kita ketagihan untuk memakannya lagi dan lagi.

Nah sampai disini artikel dari mimin yah, semoga artikel ini bisa membuat kalian gak salah pilih dari makanan kesukaan kalian dan jangan lupa kalau ada waktu traktir mimin ya guys….