Makanan Berbahan Serangga Akan Mewarnai Kuliner Tahun 2017

Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran anda pada saat mendengar kata serangga? Berbagai pendapat mungkin akan membanjiri jawaban atas pertanyaan ini. Mungkin saja sebagian dari anda merasa tertarik, senang, atau malah sebaliknya, saat mendengar kata tersebut.

Sebagian besar orang  pasti sangat tidak menyukai serangga, karena dianggap sebagai hewan pengganggu, dan bahkan ada yang sangat menbenci serangga-serangga tersebut. Namun serangga memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Jumlah serangga yang ada di masyarakat juga tidak lebih sedikit, dari populasi manusia di dunia saat ini. Hal ini lah yang membuat serangga-serangga ini sangat mudah untuk ditemukan di sekitar anda. Belalang, dan ulat merupakan salah satu contoh serangga yang sangat dibenci oleh para petani, karena bersifat merusak tanaman. Dan banyak jenis serangga lainnya, yang memang kehadirannya sangat tidak diinginkan oleh sebagian orang.

Namun seiring berjalannya waktu, zaman pun berubah. Beberapa orang akhirnya menemukan cara untuk mengatasi masalah pertumbuhan populasi serangga yang begitu banyak di sekitar mereka. Sebagai satu contohnya adalah dimana akhir-akhir ini, serangga menjadi semakin populer di dalam beberapa menu makanan, dan juga banyak digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat. Karena memiliki rasa yang lezat dan kandungan protein yang juga tinggi, serangga menjadi sering disebut-sebut sebagai makanan di masa depan. Meskipun hanya beberapa negara saja yang sudah biasa mengkonsumsinya, seperti di beberapa negara di Asia. Namun di negara lain, mungkin makanan yang berbahan serangga ini masih terasa asing , bahkan terkesan aneh dan tidak lazim.

Salah satu negara yang mulai mengkonsumsi makanan berbahan serangga adalah Swiss. Walaupun begitu, makanan berbahan dasar serangga ini masih belum sepenuhnya diizinkan beredar secara komersil, tanpa adanya perizinan khusus dari lembaga keamanan pangan setempat. Namun baru-baru ini, lembaga keamanan pangan di Swiss, mengumumkan bahwa mulai tanggal 1 Mei 2017 mendatang, makanan berbahan dasar asing seperti serangga ini dapat dijual secara komersil di masyarakat, selama makanan tersebut tidak menyalahi aturan yang berlaku, dan tetap aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Salah satu perusahaan ritel Swiss, bernama Coop, langsung menanggapi pemberitahuan ini dengan mengatakan, bahwa mereka akan segera menjual makanan berbahan dasar serangga. Perusahaan ini kabarnya akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan start-up, Essento, yang memiliki spesialisasi di bidang pengembangan pangan berbahan dasar serangga. Kedua perusahaan ini akan melakukan kerja sama, untuk menciptakan beberapa produk makanan, yang mengandung protein serangga dalam bentuk burger.

Roland Frefel yang merupakan juru bicara Coop, menjelaskan bahwa menambahkan berbagai jenis serangga dalam makanan kemasan, akan menciptakan cita rasa yang baru dan berbeda bagi konsumen. Layaknya ikan dan daging, serangga juga diyakini mengandung protein, vitamin, mineral dan asam amino. Akan tetapi, untuk mendemonstrasikan makanan- makanan berbahan serangga ini, bukanlah hal yang mudah. Tindakan ini membutuhkan waktu, dan strategi promosi yang tepat, untuk membuat bahan makanan ini menjadi populer di berbagai tempat di dunia.

Semakin meningkatnya jumlah populasi manusia di dunia, membuat kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat. Karena alasan tersebutlah, akhirnya serangga diprediksi sebagai salah satu alternatif terbaik, untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan. Tidak hanya bertujuan untuk mengenyangkan, tapi bahan serangga ini juga mampu memenuhi zat-zat penting, yang dibutuhkan oleh tubuh dan bersifat menyehatkan.

Makanan berbahan serangga ini juga diprediksi, akan menggantikan kebutuhan akan daging sapi maupun unggas di masa yang akan datang. Tidak hanya Negara Swiss saja yang pertama menjual makanan berbahan serangga ini. Sebelumnya Bugible, yang merupakan sebuah perusahaan asal Los Angeles, beberapa waktu lalu juga sudah memproduksi makanan berbahan serangga, seperti taco belalang dan kalajengking.

Bagaimana dengan anda? Apakan anda berniat memakan makanan ekstrim tersebut? Jika anda merupakan seseorang yang penyuka segala jenis makanan, mungkin memakannya menjadi tantangan tersendiri bagi anda. Namun untuk mereka yang sangat membenci serangga, sebaiknya menghindari makanan ini adalah jalan yang paling tepat. Selamat mencoba.